Laman

Cari Blog Ini

Kamis, 22 Juli 2010

Kehancuran Yahudi dan Prediksi Rasulullah

Tidak akan terjadi kiamat hingga kaum Muslimin memerangi kaum Yahudi, lalu membunuh mereka, sehingga seorang Yahudi bersembunyi dibalik batu dan pohon, lalu batu dan pohon berkata : Hai Muslim! Hai hamba Allah! Ini Yahudi dibelakangku, kemarilah aku, bunuhlah dia! Kecuali pohon Ghorqod, maka itu adalah dari pohon-pohon orang Yahudi.” (HR. Muslim & Bukhari).

Hadits diatas mengajarkan kepada kita untuk merancang masa depan, sekalipun masa depan itu sesuatu yang ghaib. Dan yang bisa mengetahui hal-hal ghaib, hanyalah Allah Swt.

“Katakanlah : “Tidak ada seorang pun di langit dan di bumi yang mengetahui perkara yang ghaib, kecuali Allah”, dan mereka tidak mengetahui bila mereka akan dibangkitkan.” (Qs. An-Naml : 65).

Tetapi Allah Swt mempunyai sunnatullah yang berlaku pada diri manusia. Ungkapan hadits diatas menjelaskan, peperangan yang akan terjadi bukanlah peperangan lokal antara orang Yahudi dan Muslim Palestina, tetapi awal peperangan terhadap Yahudi yang sekarang mendominasi dunia. Apabila terjadi pertarungan global dan ummat Islam memperoleh kemenangan sebagaimana yang dijanjikan oleh Rasulullah Saw, maka akan mengubah sejarah para penguasa Yahudi di dunia. Bila terjadi kekalahan, maka tidak ada lagi satu kekuasaan pun yang tertinggal untuk orang Yahudi di dunia. Ketika itu kepemimpinan dunia akan berubah dengan konsep lain yang sesuai dengan fitrah manusia.

Jahiliyah modern sudah lama menyimpan berbagai penyakit karena mengingkari Allah Swt dan akhirat. Dimana-mana terjadi penganiayaan, permusuhan, dekadensi moral, peperangan yang menghancurkan. Berbagai isme yang lain telah gagal dalam mengantarkan manusia modern menuju pintu gerbang kebahagiaan. Kini manusia telah dijangkiti penyakit jiwa yang sangat akut. Mereka kehilangan harapan, selalu dibayangi ketakutan, dan lain-lain. Mereka menunggu terwujudnya pandangan hidup yang bisa mencerdaskan akal, mencerahkan hati dan memperbaiki akhlak mereka.

“Akan terjadi Nubuwwah padamu sesuai dengan kehendak Allah. Lalu Allah akan mengangkat (melenyapkan-Nya) jika Dia menghendaki. Setelah itu, akan muncul khilafah yang sesuai dengan manhaj nubuwwah. Maka sesuai dengan kehendak Allah, ia akan berada, lalu Allah akan melenyapkan jika Dia menghendaki. Kemudian akan datang raja yang zhalim, maka ia pun akan bercokol sesuai dengan kehendak-Nya. Kemudian akan ada raja yang tirani, maka ia pun muncul sesuai dengan kehendak Allah, kemudian ia lenyap, jika Allah menghendaki. Baru setelah itu akan timbul kembali khilafah diatas manhaj nubuwwah.” (HR. Ahmad dari Hdzaifah Al-Yaman).

Berbeda dengan sebagian orang Muslim, orang-orang Yahudi yakin dengan prediksi Rasulullah Saw itu. Sampai hari ini, mereka memperbanyak menanam pohon Ghorqod di kebun-kebun mereka. Mereka mengambil pengalaman dari berbagai peperangan dengan kaum Muslimin pada masa Rasulullah Saw ataupun masa intifadhah. Pengalaman itu membuat Yahudi berusaha menghadang lajunya gerakan Islam di dunia. Harap diketahui saja, simbol Yahudi internasional yang berbentuk seperti garpu itu sesungguhnya simbol pohon Ghorqod.

Yang menjadi catatan, apakah peperangan di bumi Baitul Maqdis merupakan cikal bakal peperangan global Yahudi melawan Islam? Apalagi Yahudi dari berbagai belahan dunia telah berkumpul di satu tempat, sehingga mudah dihancurkan. Hanya Allah Swt Yang Maha Mengetahui kapan terjadinya peperangan yang menentukan nasib terakhir kaum Yahudi itu.

Yang terpenting bagi ummat Islam sekarang adalah melakukan jihad melawan Yahudi. Nash syariah dan bukti sejarah menunjukkan, perang melawan kekufuran akan senantiasa berlanjut.

“Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka. Katakanlah : “Sesungguhnya petunjuk Allah itulah petunjuk (yang sebenarnya)”. Dan sesungguhnya jika kamu mengikuti kemauan mereka setelah pengetahuan datang kepadamu, maka Allah tidak lagi menjadi pelindung dan penolong bagimu.” (Qs. Al-Baqarah : 120).

Sehingga Allah Swt akan menolong ummat Islam, bila mereka memenuhi persyaratan untuk di tolong. Kita hanya bisa berdoa dan bekerja keras dalam menegakkan syariat Allah Swt di bumi ini. Keputusan terakhir kita serahkan kepada Allah Swt.

Wallahua’alam.

Sumber :
• Suara Hidayatullah


Tidak ada komentar:

Posting Komentar